7 Kali

TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi atas inisiatif menanam mangroove oleh gabungan pemuda Marangkayu bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar, Pramuka Saka Bahari, Mahasiswa serta Komunitas Pemerhati Lingkungan (KPL) tergabung dalam Gerakan Menanam 1001 Mangrove di Pantai Kersik, Kecamatan Marangkayu, Sabtu (3/8/2019).

“Saya berharap proses ini tidak hanya selesai sampai tahap penanaman. Perlu adanya komitmen bersama untuk terus menjaga dan melestarikan hutan mangrove khususnya di wilayah pesisir pantai Marang Kayu,” kata Edi Damansyah sebelum memulai penanaman 1001 mangrove. Menurut Edi, wilayah pesisir merupakan ekosistem transisi yang dipengaruhi daratan dan lautan, yang mencakup beberapa ekosistem, salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove. Ekosistem hutan mangrove juga sebagai sumber daya alam yang memberikan banyak keuntungan bagi manusia, karena produktivitasnya yang tinggi serta kemampuannya memelihara alam.

“Ya, mangrove ini memiliki berbagai fungsi dan manfaat baik secara fisik, biologi maupun ekonomi, diantaranya sebagai penahan abrasi pantai, penahan intrusi (peresapan) air laut ke daratan, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta dapat menurunkan kandungan karbondioksida di udara,” ujarnya. Bupati juga menambahkan, penanaman mangrove tentu memberi dampak positif yang luar biasa baik bagi lingkungan maupun bagi kehidupan. Penanaman 1001 mangrove kali ini tentu tidak dimaksudkan sebagai hitungan jumlah pohon yang ditanam secara harfiah semata. “Pantaslah kiranya apa yang disampaikan Bung Karno, Proklamator Bangsa kita, : “Berikan aku 1.000 orang tua akan aku cabut Semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Saya juga menyakini jangankan 1001, berapapun jumlah yang dibutuhkan, kita akan siap menanamnya,” katanya.

“Saatnya kita implementasikan tata nilai dari motto Bena Benua Etam, Betulungan Etam Bisa, yang pondasinya dibangun atas prinsip Rakat (Sinergi), Bedengsanak atau bersaudara (Saling Menguatkan), Betulungan atau saling membantu (Kepedulian), dan Etam M’pekat (Kesepakatan Bersama),” semangatnya. Sementara itu Ketua Panitia Penanaman Mangrove Junaidi mengatakan Marang Kayu merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi besar, jika digali dan dikembangkan menjadi obyek wisata secara modern. “Dibalik itu semua memiliki masalah besar yang dapat mengancam keberadaan eksistensinya yakni abrasi. Ya, kita tidak bisa melawan alam, tapi kita bisa berusaha melakukan rekayasa, salah satunya melakukan sebuah pergerakan dalam memecah ombak dengan menanam 1001 mangrove yang sudah berjalan ke tiga kalinya dengan total tiga ribu pohon mangrove,” ujarnya. (Medsi07)

BPBD Kukar Bersihkan Lapangan Upacara Kantor Bupati

Berita Sebelumnya

Sekda Kukar Instruksikan Staf Sekretariat Daerah dan Satpol PP Gotong Royong Pengecatan Lapangan Upacara

Berita Selanjutnya

Yang Lain di INFO KUKAR

Tinggalkan Komentar