15 Kali

TENGGARONG - Perubahan iklim adalah isu besar yang perlu menjadi perhatian bersama, karena berdampak pada semakin meningkatnya temperatur udara di daerah tropis. Kawasan pantai juga menjadi daerah yang terdampak akibat perubahan iklim tersebut, salah satunya adalah semakin naiknya permukaan air laut dan terjadi abrasi pinggir pantai, sehingga menghilangkan ekosistem yang seharusnya ada disana.

Untuk mencegah kerusakan dan sebagai upaya pelestarian lingkungan pesisir pantai, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim H Riza Indra Riadi, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kukar Dadang S Supriatman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kukar, Camat Muara Badak Arfan, Dewan Daerah Perubahan Iklim Provinsi Kaltim Profesor Suyitno, Pasintel Lanal Balikpapan Mayor Laut (P) Hartadi Eko, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Yayasan Mangrove Lestari Delta Mahakam, KTNA Kecamatan Muara Badak, Kelompok Tani Hutan Pulau Harapan,PokMasWas Perikanan Bina Lestari, Komunitas Jejak Pesisir dan masyarakat sekitar pesisir, melakukan deklarasi mangrove lestari, yang ditandai dengan penanaman mangrove dan pelepasan kepiting bertelur di Kawasan Pesisir Desa Tanjung Limau Muara Badak, pekan tadi.

Menurut Edi Damansyah mengingat dampak yang ditimbulkan dari kerusakan ekosistem mangrove sangat luas, maka konservasi mangrove perlu dikelola dan dipergunakan secara bijak dan berkelanjutan, sebagai salah satu upaya mitigasi terhadap semakin ekstrimnya perubahan iklim. “Mangrove menjadi solusi dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan kita. Mangrove merupakan ekosistem kaya karbon yang mampu mencegah pelepasan emisi karbon ke udara,” ucapnya.

Dalam rangka penyelamatan ekosistem mangrove diperlukan kolaborasi antara pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seluruh stakeholder dan masyarakat, agar bersama-sama untuk terus menjaga kelestarian konservasi mangrove yang ada. “Melalui penanaman tanaman mangrove dan pelepasan biota laut ini  saya harap untuk dapat dikelola dan dimanfaatkan secara bijak dan berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar pantai,” pungkasnya.

Sementara Plt Kepala DKP Kabupaten Kukar Dadang S Supriatman mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan komitmen bersama yang terhimpun dalam beberapa komunitas di Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, untuk bersama – sama menjaga dan melestarikan kawasan pesisir Desa Tanjung limau dan sekitarnya dengan menanam 15 ribu mangrove dan melepaskan 10 kilogram kepiting bakau sebagai bagian dari re stoking alam bagi keberlangsungan stok alam biota air didalam ekosistem mangrove.

“Terima kasih buat semua yang sudah berpartisipasi hari ini untuk bersama – sama saling menjaga keberadaan ekosistem mangrove di pesisir pantai, semoga kita semua bisa mendapatkan manfaat bagi kerja keras bersama demi keberlangsungan hidup biota laut,” harapnya. Acara dirangkai dengan penyerahan kartu e-KUSUKA Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Elektronik, dan Kartu Asuransi Nelayan dan  penandatangan komitmen bersama serta penyerahan plakat bagi pihak yang berkomitmen. (Medsi06)

Edi: Pemkab Kukar Siap Fasilitasi Kebutuhan Rumah Ibadah

Berita Sebelumnya

Bupati Perkenalkan Sejarah Kerajaan Kutai di Resepsi TIFAF

Berita Selanjutnya

Yang Lain di INFO KUKAR

Tinggalkan Komentar