5 Kali

TENGGARONG -Bursa Inovasi Desa (BID) bukan ajang pameran dalam bentuk barang, namun yang dipamerkan adalah ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di Desa-Desa, untuk membantu Desa dalam meningkatkan kualitas pembangunan melalui pertukaran pengetahuan kegiatan yang inovatif untuk memberi inspirasi dan alternatif pilihan bagi pembangunan Desa.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kukar Edi Damansyah melalui sambutan tertulisnya dibacakan Asisten I Setkab Kukar Ahmad Taufik dalam Bursa Inovasi Desa Klaster Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan dan Samboja, di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU), Loa Janan, Selasa (30/7/2019).

“Melalui program inovasi desa dan bursa inovasi desa ini, saya berharap kepada seluruh peserta agar bersungguh-sungguh mencermati menu bursa inovasi desa untuk direplikasi sesuai dengan kearifan lokal yang ada di desa,” katanya.

Menurutnya, pada tahun anggaran 2019 BID dilaksanakan disetiap kecamatan atau klaster yang terdiri dari beberapa kecamatan. Kukar memiliki 193 desa dan pelaksanaan BID terbagi dalam 5 klaster yang merupakan bagian tak terpisahkan dari model Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

“Saya berharap kepada seluruh unsur dan stake holder yang terlibat dalam pelaksanaan program inovasi desa, mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten agar dapat berperan aktif dalam kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat lebih efektif dan inovatif,” ujarnya.

Diketahui, Program Inovasi Desa (PID) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam upaya mencapai RPJMN 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 6/2014 tentang Desa yang selanjutnya disebut UU Desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan Desa secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

Salah satu tahapan pokok PID adalah pelaksanaan bursa inovasi desa yang selanjutnya, sebagai sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa sekaligus sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

BID sendiri merupakan media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan desa. BID dilaksanakan untuk membantu desa dalam meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang akan didanai oleh Dana Desa (DD) dengan menyajikan inspirasi dan alternatif pilihan kegiatan bagi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai inovatif dan terbukti berhasil. (Medsi07)

Tradisi Bersih Desa Ponoragan, Momentum Majukan Pertanian Kukar

Berita Sebelumnya

Pemerintah Desa Diminta Manfaatkan ADD dalam Membangun Desa

Berita Selanjutnya

Yang Lain di INFO KUKAR

Tinggalkan Komentar