12 Kali

TENGGARONG -Prosesi Bepelas dan Seluang Mudik dalam rangka pesta adat Erau berlangsung meriah, hal tersebut dikarenakan ratusan tamu dan undangan yang hadir pada kegiatan tersebut terlibat dalam perang beras yang merupakan puncak kegiatan Bepelas malam ke-enam di Keraton Kutai Kartanegara (Museum Mulawarman) Tenggarong, Sabtu (14/9/2019) malam.

Hadir pada kegiatan bepelas tersebut Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, Sekda Kukar H Sunggono, Beberapa Kepala Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar serta tamu dan undangan. Berbeda dari malam - malam sebelumnya, Bepelas malam ke-enam selalu dinanti para kerabat kesultanan, karena kemeriahan serta keceriaan nampak terlihat pada rangkaian bepelas malam tersebut. Pada acara Bepelas seperti biasanya diiringi suara ledakan meriam, pada Bepelas malam keenam tersebut suara ledakan terdengar sebanyak 6 kali. Ledakan tersebut terjadi setiap kali Sultan H Muhammad Arifin menginjakkan kaki kanannya diatas gong Raden Galuh yang menjadi rangkaian prosesi adat Bepelas.

Acara pun dilanjutkan dengan prosesi Dewa Menjala, yang mana pada kegiatan Dewa Menjala tersebut Sultan H Muhammad Arifin dan kerabat kesultanan serta tamu undangan yang hadir memberikan kepingan uang logam maupun lembaran uang kertas kedalam perahu kecil dan kain yang diseret mengelilingi Tiang Ayu oleh para Dewa (sebutan untung pawang wanita) dan Belian (sebutan untuk pawang pria). Kegiatanpun tambah meriah saat seluruh orang yang hadir termasuk para pejabat yang datang pada acara Bepelas tersebut berebut Buah Bawar. Buah Bawar ialah aneka jajanan yang dibungkus dalam plastik yang mana didalamnya juga terdapat sebiji buah pisang dan sebutir telur yang digantung diatas para tamu dan undangan yang hadir.

Dan yang paling meriah dari rangkaian kegiatan Bepelas malam ke enam tersebut adalah ketika para tamu undangan yang hadir saling melempar beras satu sama lain, kegiatan saling lempar beras tersebut dilakukan setelah Sultan H Muhammd Arifin dan Kerabat kesultanan melakukan tari Kanjar mengelilingi Tiang Ayu atau yang diikuti Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar H Sunggono dan beberapa tamu yang hadir. Puncaknya seluruh hadirin yang memang telah menggenggam beras mulai saling melempar satu sama lain, namun tidak ada yang marah pada kegiatan saling melempar beras tersebut, yang ada hanya tawa dan keceriaan yang terlihat dari raut wajah para hadirin dan tamu undangan yang saling melempar beras tersebut.(HendroAldino-).

Puncak Kemeriahan Erau, Ditandai Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur

Berita Sebelumnya

Beseprah, Makan Bersama Dalam Kemeriahan Erau 2019

Berita Selanjutnya

Yang Lain di INFO KUKAR

Tinggalkan Komentar